Make your own free website on Tripod.com

Mengapa Harus Memilih Manhaj Salaf
 

Realita Umat Islam dan Berita Kenabian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

Pada kenyataannya ada beberapa hal yang membuat umat Islam sekarang ini kehilangan keseimbangan, sehingga berjalan limbung kekanan dan kiri sampai ada sekelompok darinya keluar dari jalan yang lurus ini.

Pertama:Keadaan Al-Wahn, keadaan ini telah diisyaratkan dan dijelaskan dengan jelas dan tidak ada kesamaran dalam hadits Tsauban rodhiyallahu 'anhu ma ula Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam, beliau berkata: telah bersabda Rasulullahu shallallahu 'alaihi wa sallam: "Nyaris sudah para umat-umat (selain Islam) bersekongkol atau berkumpul menghada pi kalian sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang makan menghadapi bejana makanannya", lalu bertanya seseorang: 'apakah kami pada saat itu sedikit?' beliau menjawab: "tidak, bahkan kalian pada saat itu banyak, akan tetapi kalian seperti buih banjir, dan Allah akan menghilangkan dari diri musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan menimpakan kedalam hati-hati kalian wahn,", lalu orang tersebut bertanya lagi: ' wahai Rasulallah apa wahn itu?", kata beliau: "cinta dunia dan takut mati (Hadits shahih lighairihi,-shahih lantaran ada yang lain yang menguatkannya-, dikeluarkan oleh Abu Daud (4297) dari jalan periwayatan Ibnu Jabir).

Hadits ini memberikan gambaran dan pemaparan yang jelas sekali realita umat Islam sekarang ini, dengan saling berlomba meraih kekayaan dengan berbagai cara, dengan cara meraih jabatan, dengan usaha bisnis yang kelewat rakus tidak menghiraukan lagi halal atau haram, ataupun lewat usaha yang tergolong syirik dan irasional yaitu dengan perdukunan. Padahal musuh-musuh Allah selalu mengawasi pertumbuhan umat Islam dan negaranya, kapan saja mereka terlena dengan harta, melihat wahn menjalar padanya dan menggerogoti tubuhnya, merekapun menerkamnya dan meninggalkan sisa-sisa dari yang berharga miliknya. Kaum kafir dan musyrik ahli kitab senantiasa memasang perangkap dan melakukan hal tersebut sejak awal kemunculan Islam, ketika negara Islam baru dibangun pondasinya dan ditegakkan bengunannya di Madinah An Nabawiyah. Hal itu telah terjadi dengan sangat jelas dalam hadits (tiga orang yang tidak ikut perang tabuk) sebagaimana yang dikatakan Ka'ab bin Maalik radhiyallahu 'anhu:

"Ketika aku berjalan-jalan dipasar Madinah, seketika itu ada seorang petani dari Syam yang datang membawa makanan untuk dijual dipasar Madinah berkata: "Siapa yang dapat menunjukkan Kaab bin Maalik?", lalu orang-orang langsung menunjukkannya sampai dia menemuiku dan menyerahkan kepadaku surat dari raja Ghossaan, dan aku seorang yang dapat menulis, lalu aku membacanya, dan isinya: 'amma ba'du, Sesung guhnya telah sampai berita kepadaku berita bahwa pemimpinmu telah berpaling meninggalkanmu dan sesungguh nya Allah tidaklah menjadikan bagimu tempat yang hina dan kesia-siaan, maka bergabunglah kepada kami, kami akan menyenangkanmu" (muttafaqun 'alahi)

Renungkanlah wahai saudaraku yang tercinta..., bagaimana kaum kafir disekitar negeri Islam mengintai dan mencari berita-berita kondisi umat Islam, sehingga jika mendapat kesempatan, mereka akan menyerang dari segala penjuru. Mereka tidak ridho jika umat islam makin maju dan meraih kemenangan .

Kedua: Umat kafir menyeru sebagian mereka kepada sebagian yang lain dan berkumpul mengadakan persekongkolan (konspirasi) untuk menyerang Islam, negaranya, pemeluknya dan para da'i-da'inya. Barangsiapa yang telah membaca sejarah pengiriman pasukan salib (perang salib) dan mengetahui rahasia perang dunia pertama, disaat orang-orang Eropa (bani Al-ashfar) mengirimkan pasukannya untuk menghancurkan negara kekhalifahan Islam, akan sangat jelas baginya indikasi tersebut. Kondisi sekarang juga menunjukkan bukti kuat konspirasi Yahudi dan Nashara dengan menyerang dan berusaha menghancurkan negara negara muslim seperti Afghanistan, Irak, Indonesia, Palestina, Cechnya dan Muslim di negeri kita ini.

Ketiga:Negeri-negeri kaum muslimin adalah pusat kekayaan dan barokah yang membuat umat kafir berusaha untuk menguasainya, oleh karena itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyerupakannya dengan bejana besar yang penuh berisi makanan yang enak yang membuat orang-orang yang lapar ingin memakannya, lalu mereka bersama-sama menyerangnya, dan setiap orang ingin mengambil bagiannya sendiri-sendiri. Umat kafir telah memakan kekayaan kaum muslimin, mencuri sumber kekayaan alamnya serta mengambilnya dengan semena-mena tanpa ada yang bisa mencegah. Mereka berusaha menancapkan agen-agen perusahaan bisnisnya di negeri-negeri muslim untuk mengeruk harta kaum muslim. Sebagaimana jug kita lihat sekarang, mereka mendirikan forum-forum, organisasi internasional antek yahudi dan Nashara yang bergaya tinggi dan syiar-syiar mereka dipenuhi oleh ketamakan dan kerakusan.

Keempat:Umat kafir telah menjadikan negeri-negeri muslimin sebagai serdadu yang dikendalikan dan membaginya sebagai negara-negara kecil yang tercerai berai, sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Hawaalah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:

" Kalian akan dijadikan beberapa pasukan, pasukan di Syam, pasukan di Iraq dan pasukan di Yaman", lalu aku bertanya: 'pilihkan untuk kami wahai rasulullah', lalu beliau bersabda: "pilihlah oleh kalian yang di Syam, barangsiapa yang enggan, maka bergabunglah dengan yang di Yaman dan hendaklah meminum airnya, karena Allah telah menjaga Syam dan penduduknya", berkata Rabi'ah: 'aku mendengar Abu Idris Al Khaulany menceritakan hadits ini dan berkata: 'siapa yang telah dijaga Allah maka tidak akan lenyap (hancur)'. (Hadits shahih,-memiliki banyak jalan periwayatan-,sebagaimana dijelaskan Syaikh Al-Albany dalam Takhriij Ahaadits Asy-syam wa Dimasyqi)

Demikian realita umat Islam, negeri-negeri muslim kecil yang tidak memiliki kekuatan modal dan lemah, hak mengatur urusan dalam dan luar negeri mereka sendiri telah disetir untuk mengikuti selera kaum Kufar dan mereka berusaha agar kekuatan negeri muslim tergantung pada mereka. Membangun perlindungan kemananan kepada kaum kafir,menyebarkan racun politik dengan kamuflase slogan kufur demokrasi, Menyusupkan idealisme dan  pemiiran yang busuk berupa Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme dan isme- isme batil yang lain. Alangkah memprihatinkan karena banyak  umat islam yang aqidahnya lemah terlena dan terjebak dalam perangkap mereka. Allahul musta'an wa 'alaihi attuklaan.

Kelima:Umat kafir belum takut dan segan kembali kepada kaum muslimin karena kewibawaan muslimin telah hilang dimata umat lain. Kewibawaan yang dulu menggetarkan persendi an kaum kafir dan membuat para hizbu syaithan menggigil ketakutan, karena senjata rasa takut yang mematikan tersebut belum kembali memenuhi hati-hati kaum kafir dan mengguncang benteng-benteng mereka.Allah Shubhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Akan Kami masukkan kedalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu". (QS. Ali-Imron: 151)Dan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Aku telah dimenangkan dengan perasaan takut (pada musuh) sejak perjalanan satu bulan" (Imam Bukhary -I/436-Fathul bari dan Muslim-561-dari hadits Jaabir bin Abdullah). Dan kekhususan ini juga dimiliki oleh umat Islam dengan dalil sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits Tsauban radhiyallahu 'anhu tadi: " Dan Allah akan menghilangkan dari diri musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian"

Keenam:
Unsur-unsur kekuatan umat Islam bukan pada jumlah, canggihnya persenjataan,  kuatnya tentara dan infantrinya, akan tetapi pada aqidah dan manhajnya yang lurus, yang bersih dari syirik, bid ’ah, dan khurafat.  Bukankan dulu Rasullulah menang menghadapi kaum kafir yang memiliki persenjataan lebih cangih dan banyak tentaranya ?.Karena mereka adalah umat yang dibangun dengan aqidah yang mantap dan pemikul panji tauhid.  Tidakkah kalian telah mendengar sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika menjawab pertanyaan orang yang bertanya tentang jumlah: " Tidak, bahkan kalian pada saat itu banyak". Dan renungkanlah pelajaran yang ada diperang Hunain, maka kamu mendapatinya sebagai contoh yang tepat untuk setiap zaman. " Dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun". (QS. At-taubah:25).

Ketujuh:Umat Islam belum lagi diperhitungan oleh umat dunia, sebagaimana yang telah diberikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:" Akan tetapi kalian itu seperti buih banjir"Dan dalil (indikasi) ini menggambarkan hal-hal berikut:

a. Buih yang dibawa oleh banjir yang besar akan mengalir bersama banjir tersebut dan  terbawa bersama arusnya, demikian juga umat Islam berjalan bersama arus umat kafir sehingga seandainya ada suara burung gagak yang keras atau lalat berdengung dalam majlis "fitnah-fitnah", maka mereka sungguh-sungguh tersungkur dalam keadaan bisu dan buta dan menjadikannya sebagai satu kitab yang pasti kebenarannya dan sebagai penjelas.

b. Arus banjir yang membawa buih tidak ada manfaatnya bagi manusia, dan demikianlah umat Islam saat ini belum dapat menunaikan perannya untuk dapat menjadi pemimpin umat-umat lain yaitu amar ma'ruf nahi mungkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran).

c. Buih-buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tidak berharga, oleh karena itu Allah shubhanahu wa ta'ala akan mengganti orang yang berkuasa dan menetapkannya kepada sekelompok orang yang beraqidah dan bertauhid mantap yang dapat mem beri manfaat kepada manusia di permukaan bumi.

d. Buih yang terbawa arus banjir adalah campuran dari kotoran tanah dan sampah-sampah, demikian juga banyak pemikiran-pemikiran dari kaum muslimin sendiri yang tercemar dengan kumpulan sampah filsafat, mengekor dengan sisa pemikiran yahudi, bahkan menjadi antek dan kaki tangan mereka dengan menebarkan bibit pemikiran yang merusak. Semuanya itu  adalah sisa-sisa jelek kemajuan dan peradapan yang dianggap mereka modern dan maju.

e. Buih yang dibawa banjir tidak tahu kemana dia harus mengalir, demikian juga umat Islam tidak mengerti apa yang direncanakan oleh musuh mereka, umat ini mengekor saja pada mereka, tidak tahu siapa lawan dan siapa kawan, ditambah lagi mereka mengikuti setiap suara dan ajaran yang dianggap maju dan condong bersama hembusan angin tersebut alias tunduk pada mereka (tidak punya pendirian kokoh).

Kedelapan:Umat Islam telah menjadikan dunia segala-galanya, oleh karena itu mereka membenci kematian dan mencintai kehidupan, karena mereka menghabiskan umurnya untuk dunia dan tidak mengambil bekal untuk akhirat.Dan ini yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam takutkan atas umatnya akan sampai pada keadaan yang seperti ini. Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jika telah ditaklukan untuk kalian negara Parsi dan Romawi, kaum apakah kalian?" Berkata Abdurrahman bin Auf: ' kami melakukan apa yang Allah perintahkan', beliau berkata:"tidak seperti itu, kalian akan berlomba-lomba kemudian saling berhasad, kemudian saling membenci lalu saling bermusuhan, kemudian kalian berangkat ke tempat-tempat tinggal kaum muhajirin dan kalian menjadikan sebagian mereka membunuh sebagian yang lain" (HSR. Muslim /2962) Oleh karena itu ketika ditaklukan gudang harta Kisra (raja Parsi) Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu menangis dan berkata: "Sesungguhnya ini tidak dibukakan bagi satu kaum kecuali Allah menjadikan diantara mereka peperangan".

Kesembilan Umat kafir tidak mampu menghancurkan umat Islam seluruhnya walaupun mereka telah berkumpul dari seluruh penjuru dunia untuk hal itu karena umat ini telah mendapat jaminan dari Alloh yaitu akan selalu ada dari segolongan umat ini yang selalu berpegang teguh dengan Kitabullah dan Assunah yang selalu berjalan diatasnya dan menegakkannya mereka adalah umat yang mengikuti jejak Rasululloh dan para sahabat dan mengikuti pemahaman mereka (Salaf), mereka adalah kelompok yang dijanjikan Alloh yaitu golongan yang selamat, Thoifah Manshurah, Ahlu Sunnah Wal jama’ah, Firqotun Najiyah semua itu adalah satu nama yaitu Salafiyiin. Meskipun musuh Islam telah berkumpul, bersatu padu untuk menghancurkan umat ini sebagaimana telah disebutkan dengan jelas dalam hadits Tsauban radhiyallahu 'anhu beliau berkata: telah bersabda rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: " Sesungguhnya Allah ta'ala telah menyatakan untukku dunia, lalu aku melihat timur dan baratnya dan sesungguhnya umatku akan sampai kekuasaannya seluas yang disatukan Allah untukku dan aku diberi dua harta simpanan yaitu emas dan perak lalu aku memohon kepada Robb-ku untuk  umatku agar dia tidak menghancurkannya dengan kelaparan yang menyeluruh, dan menguasakan atas mereka musuh-musuhnya dari selain mereka sendiri lalu menghancurkan seluruh jama'ah mereka, dan Rabb-ku berkata: "wahai Muhammad, sesungguhnya Aku jika telah memutuskan satu qadha, maka tidak dapat ditolak, dan aku telah memberikan kepadamu untuk  umatmu bahwa Aku tidak akan menghancurkan mereka dengan kelaparan yang menyeluruh dan tidak akan menguasakan atas mereka musuh-musush dari selain mereka yang menghancurkan seluruh jamaahnya walaupun mereka telah berkumpul dari segala penjuru atau mengatakan: Orang yang ada diantara penjuru dunia  sampai sebagian mereka membunuh dan menjadikan rampasan perang sebagian yang lainnya" (HSR Muslim /2889)

 Lalu apa yang membuat pohon yang dulunya kokoh yang akarnya menancap kebumi dan cabang nya menjulang kelangit lalu menjadi kering tidak memiliki kekuatan........?

  Maraji': Risalah Ilmiah An Nashihah.
 

Artikel lain