Make your own free website on Tripod.com

Pasukan Israel Bunuh Warga Palestina Yang Membawa Sapu, Dikira Bawa Senjata

Pasukan Israel membunuh seorang warga Palestina setelah mengelilingi rumahnya di Tepi Barat dengan membawa sapu. Juru bicara militer mengatakan, tentara Israel datang ke Distrik Adh-Dhohiriyah (Al-Khalil), selatan Tepi Barat, untuk menangkap Jamil at-Tal (36th) tertuduh pelaku serangan. Ketika mengelilingi rumah, mereka mendapati ada seseorang, mereka kemudian menembaknya. Juru bicara militer mengatakan, yang terbunuh benar orang yang dicari. Ia adalah anggota kelompok bersenjata yang memiliki hubungan dengan gerakan Fatah. Hal ini diperkuat juga dengan ditemukanya sejumlah pluru dan kertas di rumahnya. Namun hal ini dibantah oleh keluarga Jamil dan penduduk Adh-Dhohiriyah. Menurut mereka, Jamil tak memiliki hubungan apapun dengan para aktivis.

Siaran militer mengatakan, orang tersebut membawa tongkat, tapi tentara Israel mengira itu adalah senjata.Menurut sejumlah koresponden, yang dipegang Jamil adalah sapu. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya sapu itu disamping mayatnya. Para penduduk mengatakan, pada awalnya yang ingin ditangkap pasukan Israel adalah saudara Jamil yang ikut dalam gerakan Intifadah selama tiga tahun lebih.
(Diambil dari: www.al-islam.net, Mart. '04)

 

Pejabat Irak : Mossad Ada DiBalik Pembunuhan Ulama Irak

Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan di Departemen Pendidikan Tinggi Irak Abdul Hamid Abdul Majid menuduh intelijen Israel Mossad berada dibalik pembunuhan sejumlah ulama Irak dengan bantuan tentara AS di Irak. Dalam pernyataan yang disiarkan situs Dustur Urdaniyah kemarin, ia mengatakan, Departemen Dalam Negeri Irak telah menyembunyikan hasil penyelidikan terhadap sejumlah orang yang dicurigai melakukan pembunuhan terhadap para ulama Irak. Sebagian mereka bahkan dilepaskan oleh pasukan AS, sementara sebagian lain disembunyikan hasil penyelidikannya."Polisi Irak tak bisa berbuat apa-apa, sementara Dewan Pemerintan Irak pun juga tidak memperhatikan persoalan ini karena dianggap pembunuhan biasa," jelasnya.Ia menambahkan, departemen kini tengah mempelajari program guna menjaga para ulama agar tidak dibunuh dan meninggalkan Irak. (Diambil dari: www.al-islam.net, Mart. '04)

 

Kembali